Tuesday, 22 March 2016
Home »
Inspiration
» Si Pencuri Roti...
Si Pencuri Roti...
CoretanAnjay - Seorang wanita sedang menunggu bus di Halte pada malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal bis terakhir tiba. Untuk menunggu bis datang, ia membeli sebuah buku dan sekantong roti di toko terdekat lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.
Dalam keasyikannya tersebut terlihat lelaki duduk di sebelahnya dan begitu berani mencuil sedikit demi sedikt dari roti yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.
Ia membaca, mengunyah roti dan melihat jam tangannya. Sementara lelaki yang kurang ajar itu memakan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.
Wanita itu sempat berpikir, “Jika aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia!” Setiap ia mencuil, si lelaki juga mencuil roti. Ketika hanya ada sedikit roti yang tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa diwajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil roti terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separuh miliknya, sementara ia makan yang separunya lagi. Si wanita pun merebut roti itu dan berpikir, “Ya ampun orang ini berani sekali. Ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih.” Sambil meninggalkan si lelaki tadi.
Ia menghela napas lega saat bis terakhir datang. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu bis tanpa menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih”.
Ia menaiki bis dan duduk di kursi samping jendela, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Di situ ada kantong rotinya, di depan matanya. “Kok milikku ada di sini?,” erangnya dengan patah hati.
Jadi roti yang ia makan di halte tadi bukanlah miliknya, tetapi milik lelaki yang bersedia berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.
Bahwa sesungguhnya dirinya yang kasar, tak tahu terima kasih dan dirinya yang telah mencuri roti itu…
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari sepenggal cerita diatas...







0 comments:
Post a Comment